Tutorial Blog dan Bisnis Online Terpercaya Suatu Ketika di Panti Asuhan
, Cari Tutorial blogspot, Bisnis Online terpercaya Suatu Ketika di Panti Asuhan dan Tips seputar komputer Suatu Ketika di Panti Asuhan di Cyber Man yang menyediakan tutorial blogspot dan bisnis online terbaru dan terpercaya.
Cerita ini adalah pengalaman seorang pelacur yang saya temui di Geylang, Singapura. Sungguh mengejutkan sekali karena dia berasal dari Jakarta dan karena nasib dia yang nahas sekali, dia akhirnya menjadi seorang wanita malam di negara Singapura. Dia menceritakan pengalamannya ketika dia telah bercinta dengan saya dan saat itu saya sedang menunggu teman saya yang sedang dilayani oleh wanita lain yang kebetulan orang lokal.
Nama wanita itu adalah Siska. Siska adalah seorang yatim piatu dan dia sejak kecil sudah dipelihara oleh sebuah rumah yatim piatu X. Disaat tinggal bersama anak-anak lainnya di rumah panti asuhan itu, Siska tidak merasakan kesedihan setelah ditinggal oleh orang tuanya sewaktu dia masih bayi karena kebahagiaan dan rasa aman yang diberikan oleh pastur pembimbing. Namun demikian, kehidupannya mulai berubah sewaktu dia berumur 13 tahun saat dia mulai diadopsi oleh pasangan Ibu Yuni dan Bapak Irwan.
Setelah Ibu Yuni dan Bapak Irwan mengurusi semua surat-surat yang berhubungan dengan Siska Suryani, akhirnya Siska ikut dengan mereka ke rumahnya yang baru. Rumah Ibu Yuni dan Bapak Irwan sangat besar karena mereka termasuk orang strata atas. Keluarga Ibu Yuni dan Bapak Irwan menganggap Siska Suryani sebagai anaknya sendiri dan mengasuhnya dengan penuh kasih.
Tepat sewaktu Siska Suryani berumur 16 tahun, Ibu Yuni yang Siska anggap sebagai ibunya sendiri meninggal dunia akibat kanker yang menyerang otak tengahnya. Di penguburan Ibu Yuni, Siska hanya berdiam diri dan memandang makam Ibu Yuni dengan penuh kesedihan dan begitu pula dengan Bapak Irwan. Bapak Irwan merasa tertekan sekali dengan kematian istrinya yang sangat dia sayangi.
Semenjak kematian istrinya, kehidupan Bapak Irwan telah berubah. Kehidupannya sebagai seorang Direktur Muda di kantornya yang penuh dedikasi dan dipenuhi oleh figur ayah telah berubah menjadi seorang laki-laki buaya yang selalu membawa minuman keras dan perempuan malam setiap kali dia pulang kantor. Siska hanya berdiam diri melihat perubahan total ayah tirinya itu, begitu pula dengan pembantu-pembantu yang telah setia menemani keluarga itu sebelum Ibu Yuni meninggal dunia. Bentakan-bentakan dan perlakuan kasar yang diberikan oleh Bapak Irwan kepada supir dan pembantu rumah tangganya membuat mereka menjadi tidak betah bekerja di situ dan akhirnya hanya tinggal Bapak Irwan dan Siska Suryani yang tinggal di rumah itu.
Suatu malam, Bapak Irwan pulang ke rumah dengan kondisi tubuh yang sangat payah. Sambil berjalan tergopoh-gopoh dan memegang Whiskey di tangan kirinya, dia membanting pintu rumahnya dengan keras dan berteriak-teriak memanggil Siska, “Siskaa.., kemarii.” Dia terjatuh ke atas sofa yang terletak di dekat pintu masuk lalu membuka dasi dan kemeja kerjanya. Tak lama kemudian, Siska turun dari lantai atas rumahnya untuk menemui Bapak Irwan yang sedang on karena minuman keras yang mungkin dicampur dengan ecstacy.
Siska mendekati ayah tirinya dengan penuh ketakutan karena melihat kondisi ayah tirinya yang sedang mabuk itu. Tampang ramah Bapak Irwan yang biasanya Siska sukai telah berubah menjadi sebuah tampang sangar yang penuh dengan nafsu-nafsu setan di dalamnya. Dengan keadaannya yang sedang mabuk, Bapak Irwan menyuruh Siska untuk memijat punggung Bapak Irwan yang dia rasakan pegal. Sebagai seorang anak angkat, Siska menuruti perintah ayah angkatnya dan dengan jari-jarinya yang lentik, dia mulai memijat-mijat punggung ayah angkatnya. Rupanya, tanpa sepengetahuan Siska, pijatan-pijatan Siska telah membangkitkan nafsu birahi.
Pak Irwan menjadi lupa daratan bahwa Siska adalah anak angkatnya karena dengan kekuatannya, dia memegang tangan-tangan lentik Siska yang sedang memijatnya dan menciumnya. Dengan refleks, Siska menarik tangannya yang sedang diciumi oleh ayah angkatnya dan itu membuat Pak Irwan menjadi berang. Dia tidak menyadari bahwa orang yang di hadapannya adalah anak angkatnya yang baru berusia 16 tahun, sedangkan Pak Irwan baru saja melewati ulang tahunnya yang ke 49. Sungguh jauh perbedaannya tetapi nafsu setan telah menguasai hati nuraninya. Dengan penuh ketakutan, Siska menjauhi ayah angkatnya tetapi rupanya kekuatan Pak Irwan telah berhasil menguasai Siska. Di atas tangga, Pak Irwan menindih tubuh Siska yang sintal dan dia menciumi leher Siska yang jenjang.
Sambil mengucurkan air mata, Siska menyesali kenapa dia bersedia turun sewaktu dipanggil tadi dan jika dia tidak memijat ayah angkatnya, hal seperti ini tidak perlu terjadi. Rupanya tangisan Siska tidak merubah keadaan karena sewaktu lamunan Siska buyar, dia menyadari bahwa dia sekarang tidak berbusana lagi karena Pak Irwan telah menelanjanginya dan sekarang dia hanya dapat melihat sosok ayah angkatnya yang sedang membuka pakaiannya dan dia akhirnya dapat melihat kemaluan ayah angkatnya yang cukup besar dan Siska tidak pernah melihat batang kemaluan dalam bentuk apapun selama hidupnya.
Pak Irwan mulai mendekati anak angkatnya yang sedang menangis, “Jangan takut Siska, sekarang saya akan memberikan kamu kebahagiaan yang pasti belum pernah kamu terima dari siapapun.” Selesai dia mengucapkan kata-kata itu, Pak Irwan langsung menjilati lubang kemaluan Siska dengan ganasnya dan dia tidak peduli dengan tangisan dan teriakan Siska. “Jangan, Pak.. Jangan lakukan..” Siska tidak bisa melakukan apa-apa akan tetapi rupanya Siska merasakan sesuatu kenikmatan di saat lidah-lidah Pak Irwan menyapu liang kenikmatan dan klitorisnya, sesuatu perasaan yang dia belum pernah nikmati selama hidupnya. Dia merasakan sesuatu yang sangat geli dan nikmat. Isakan tangis Siska mendadak berubah total menjadi desahan-desahan yang sesekali memanjang dan tanpa dia sadari rupanya dia menjadi lupa daratan dan dia seakan mendorong-dorong kepala ayah angkatnya supaya dia bisa merasakan kenikmatan maksimal dari ayah angkatnya.
Rupanya ini membuat Pak Irwan menjadi sangat terangsang dan kemudian dia mengangkat tubuh anak angkatnya sambil mencium bibir Siska untuk dibawa ke ranjang yang biasanya dia gunakan untuk bercinta dengan almarhum istrinya. Pak Irwan meletakkan Siska di atas ranjang dan kemudian dia bergerak maju, mengarahkan batang kemaluannya ke atas bibir Siska yang mungil dan menyuruh Siska untuk mengulumnya. Dengan perasaan jijik, ketakutan dan sedikit rasa birahi yang dia sendiri tidak mengerti, Siska mulai menjilati batang kemaluan ayah angkatnya dan membuat Pak Irwan menjadi refleks untuk memijat-mijat payudara Siska yang sudah cukup besar untuk gadis berusia 16 tahun.
Pijatan Pak Irwan membuat Siska menjadi terpancing gairahnya dan membuat dia mempercepat gerakan kuluman di kemaluan Pak Irwan. Sekarang Siska menjadi tidak ketakutan seperti tadi dan tampaknya dia mulai menyukai permainan yang dilakukan oleh Pak Irwan. Bermenit-menit lamanya Siska menghisap-hisap batang kemaluan Pak Irwan seperti sewaktu Ibu Yuni memberikan dia permen lolly semasa hidupnya. Tiba-tiba tubuh Pak Irwan menjadi gemetar dan dia berteriak sambil batang kemaluannya memuntahkan cairan sperma ke dalam mulut Siska yang mungil. Siska merasakan jijik yang amat sangat karena pengaruh bau alami yang muncul dari sperma itu tapi Pak Irwan memaksanya untuk menelan sehingga Siska tidak mempunyai pilihan selain menelan cairan itu.
Siska menganggap permainan itu telah selesai. Sayang sekali, dugaan Siska salah karena Pak Irwan tanpa Siska ketahui adalah seseorang yang cukup hiperseks. Setelah dia puas memuntahkan cairannya ke dalam mulut Siska, dia menggosok-gosokkan batang kemaluannya sehingga batang kemaluannya menjadi semakin membesar dan membuat Pak Irwan ingin berbuat lebih jauh. Dengan nafsunya yang mulai bangkit kembali, Pak Irwan berusaha memasukkan batang kemaluannya ke dalam liang kenikmatan Siska dan Siska hanya dapat melihatnya dengan wajah polos yang penuh ketakutan yang amat sangat. Dia merasakan ketakutan karena dia melihat bahwa batang kemaluan ayah angkatnya yang cukup besar sedang berusaha memasuki perawannya yang lubangnya tentu masih sempit.
“Bless..”, masuklah batang kemaluan besar Pak Irwan ke dalam liang kenikmatan Siska dan membuat Siska menjadi berteriak histeris karena kesakitan yang amat sangat dan terbukti karena darah segar perawannya mulai membasahi sprei ranjang Pak Irwan. Sambil mendiamkan batang kemaluannya di dalam liang kewanitaan Siska, Pak Irwan mencium payudara Siska yang membuat gairah yang Siska tidak mengerti apa itu menjadi bangkit kembali dan Siska ingin segera merasakan lebih dari apa yang dia rasakan sekarang.
Mendadak Siska menjadi liar, dia mendekap ayah angkatnya dan menaik-turunkan pantatnya secara otomatis sehingga menimbulkan kenikmatan tersendiri bagi Pak Irwan. Hal ini membuat permainan mereka semakin menjadi Hot karena disaat pantat Siska naik, Pak Irwan mengikutinya dengan posisi menurunkan pantatnya. Hal ini tentunya menyebabkan kenikmatan sendiri bagi Pak Irwan, begitu pula dengan Siska. Permainan mereka menjadi menggila karena sekarang Siska mulai mendesis-desis seperti ular yang kepanasan sedangkan Pak Irwan mulai berteriak kenikmatan, “Ooohh”, karena menindih putri angkatnya dengan batang kemaluannya yang sedang dipijat-pijat oleh lubang kemaluan anak angkatnya.
Gerakan Siska dan Pak Irwan yang naik turun itu akhirnya menghasilkan sesuatu untuk Siska karena dia merasakan ada sesuatu yang hendak meledak di dalam dirinya dan di saat batang kemaluan Pak Irwan menyodok lubang kewanitaannya yang paling dalam, Siska akhirnya meledakkan cairan kewanitaannya dan dia merasakan suatu sensasi kenikmatan yang belum pernah dia nikmati selama 16 tahun dan dia mulai menyukainya karena di saat dia klimaks tersebut, dia langsung memeluk ayah angkatnya dan menciumi Pak Irwan dengan penuh nafsu sehingga membuat Pak Irwan menjadi semakin liar dalam bersenggama.
Berjam-jam lamanya dan berkali-kali Siska merasakan kenikmatan dunia yang belum pernah dia rasakan dan sampai akhirnya, Siska merasakan cairan laki-laki ayah angkatnya yang membuat tubuh ayah angkatnya kejang untuk beberapa kali karena kenikmatan yang baru saja terima dari anak angkatnya. Siska memeluk ayah angkatnya karena cairan sperma ayah angkatnya begitu hangat membasahi liang kewanitaannya dan dia dapat melihat dengan jelas bahwa sekarang cairan Pak Irwan telah menyatu dengan darah perawannya yang mulai mengering.
Kejadian itu tidak terjadi sekali saja karena sekarang Siska mulai menyukai apa yang disebut dengan senggama. Bahkan, Pak Irwan telah mengajari putri angkatnya gaya-gaya baru yang selalu dipraktekkan dengan almarhum istrinya yang membuat istrinya semakin sayang kepada Pak Irwan. Kegilaan Pak Irwan dan anak angkatnya terjadi terus-menerus sampai di suatu ketika Pak Irwan harus meninggalkan dunia ini karena kecelakaan lalu lintas dan nasib Siska, si anak yatim piatu itu tidak sampai di situ karena perselingkuhannya dengan Pak Irwan membuahkan sesuatu di dalam rahimnya.
Siska hamil 2 bulan dan dengan segala kekayaan dari penjualan rumah dan isinya, Siska memulai hidup baru di Singapura dan karena biaya hidup di Singapura yang tinggi, dia mati-matian menjadi seorang perempuan malam yang selalu menunggu laki-laki yang bersedia memberikan dia beberapa ratus dollar untuk menghidupi dirinya dan bayinya.
TAMAT
Iklan
Senin, 07 Desember 2009
Gelora di Kolam Renang
Tutorial Blog dan Bisnis Online Terpercaya Gelora di Kolam Renang
, Cari Tutorial blogspot, Bisnis Online terpercaya Gelora di Kolam Renang dan Tips seputar komputer Gelora di Kolam Renang di Cyber Man yang menyediakan tutorial blogspot dan bisnis online terbaru dan terpercaya.
Kejadiannya pada tahun 2008 lalu, ketika itu aku sedang jalan-jalan di malam hari di dekat pantai dengan mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba dari kejauhan aku melihat seorang wanita sedang berjongkok-jongkok di pinggir sebuah Maestro putih. Langsung saja kuhampiri dan diketahui kalau ban mobil sebelah kanan bocor. Untunglah dia memiliki ban serep, sehingga aku menawarkan diri untuk membantu. Singkatnya, dari pembicaraan ringan selama membantu ganti ban tersebut, kuketahui bahwa dia seorang yang sudah berkeluarga, berumur 34 tahun, keturunan Chinese, dan (untuk bentuk fisik, aku sudah ada pengalaman dari kejadian sebelumnya), tinggi kira-kira 160 cm, seperti kebanyakan Chinese berkulit kuning, mata (nah ini dia) tidak terlalu sipit (mirip mata di film kartun Jepang), rambut hitam sebahu, ukuran dada 34B.
Karena berbincang-bincang, tidak terasa ban serep sudah terpasang. Dan dia memperkenalkan diri bahwa namanya Vian (seperti nama cowok?), dan ketika dia menyodorkan uang dua lembar puluhan ribu sebagai tanda terima kasih, dengan halus aku menolaknya, “Begini saja Mbak, bagaimana kalau lain waktu aku boleh main ke rumah, kebetulan aku tidak ada saudara di kota ini.” Aku mulai mengeluarkan jurus perkenalan yang berkelanjutan (seperti film silat saja). “Oh tentu saja.. ini alamatku,” sambil menyodorkan kartu nama lengkap dengan nomor HP-nya.
“Tapi jangan minggu ini, karena aku akan berpergian ke Jakarta, menengok saudara,” lanjutnya lagi.
“Oh kebetulan aku juga dari kota Jakarta, dan di sini aku kuliah.. mungkin kalau ke sana bisa main Mbak.”
“Tentu saja.. eh terima kasih lho Dik, jarang lho yang mau nolong dan tidak mau terima uang.. maaf ya..” sambungnya sambil nyelonong masuk mobil.
“Sakti.. panggil saja aku Sakti”.
Dua minggu kemudian, setelah selama ini berjalan apa adanya, aku memberanikan diri telepon ke HP-nya.
“Mbak Vian.. ini Sakti.. masih ingat kan?”
“Sakti.. sebentar.. yang mana ya.. oh iya yang bantu aku betulin ban itu ya, dimana nih, kok kode areanya bukan di sini?”
“Oh.. kebetulan aku sedang di kota M, main-main saja kok, nanti sore pulang, besok boleh main ke sana nggak?”
“Lho kenapa tunggu besok? Perjalanan ke sini kan nggak sampai 3 jam, langsung mampir aja ke rumah Mbak, pasti capek kan. Nah kita bisa makan malam sama-sama, kebetulan ada suami Mbak di sini, sekalian kenal, gitu lho.”
“Ok deh, kalau sempat aku ke sana.”
Empat jam kemudian, setelah mampir dulu ke tempat kos, mandi, dan berpakaian agak rapi, aku berangkat ke rumah Mbak Vian. “Lho kok rapi amat, kenapa nggak mandi di sini saja, atau bisa langsung renang sekalian membersihkan badan,” jawab Mbak Vian setelah aku tiba di pintu rumahnya, sekilas tampak sebuah rumah yang cukup besar dengan halaman yang lebih luas dari rumahnya, kolam renang ada di sebelah kanan. “Nah ini Om Candra, suami Mbak.. untung Om ada di S, biasanya ada di Jakarta, dua minggu sekali datang ke sini, dan besok sudah pergi ke Jakarta lagi.” Acara perkenalan dan makan malam ini berlangsung hingga jam 10 malam dan dilanjutkan dengan acara santai. Mbak Vian mengajak renang. Sepertinya Mbak Vian biasa renang karena dari bodinya yang aduhai.
“Wah aku nggak bawa celana renang Mbak.”
“Lho buat apa pakai celana renang, ini kan di rumah, siapa yang mau lihat.. kita mau jungkir balik di kolam ini, juga nggak ada siapa-siapa, kecuali Om.”
Memang benar sih, rumah sebesar ini tidak ada siapa-siapa, pembantu pun datangnya hanya pagi hingga sore, setelah itu pulang. Belum sempat aku melihat suasana, tiba-tiba Mbak Vian sudah nyebur ke kolam, sementara Om Candra asyik dengan Play Station di ruang tengah. “Ayo nyebur aja! Mbak sudah kedinginan nih..” Karena sudah pengalaman dengan wanita, maka aku langsung nyebur saja, dengan sebelumnya menanggalkan semua bajuku. Benar saja, kolam renang di malam hari ini sangat dingin, dan aku cukup menggigil. Untung saja aku pandai renang (dulu sejak kecil aku ikut klub renang, dan semua gaya aku kuasai). Sedang asyik-asyiknya mengapung, Mbak Vian menyelam dan menyilang di bawahku, semilir gerakan air akibat reflek Mbak Vian membuat tubuhku bergetar. “Dik, burungmu bagus juga.. sayang kedinginan tuh..” Sialan, aku lupa ketika dia lewat di bawahku, tentu saja semua tampak nyata baginya, justru aku yang belum memperhatikan Mbak Vian.
“Nggak usah malu.. dari awal aku punya firasat kalau Dik Wibawa sudah pengalaman dengan wanita dan boleh dong sekarang kita main di kolam ini,” sambil bercanda memercikkan air kolam.
“Om Candra gimana?”
“Oh dia itu orangnya ‘free life style’, dan Mbak Vian ini istri keduanya.”
Akhirnya gantian aku yang menyelam dan menyerempet ke tubuh Mbak Vian. Ternyata Mbak Vian sangat seksi, baru kali ini aku melihat wanita Chinese telanjang, dan bulunya tidak terlalu lebat, sepertinya rajin merawat dan mencukur. Tanpa dikomando, masih di kolam renang, kami saling merapatkan diri dan mulai mencumbu Mbak Vian. Ternyata Mbak Vian termasuk penikmat seks sejati. Lebih hebat dari wanita yang dulu pernah main denganku. Bisa pembaca bayangkan, kami saling berguling-guling di kolam renang, kadang aku di atas, kadang Mbak Vian di atas. Karena suasana semakin hot, maka kami naik dan rebahan di pinggir kolam. Batang kemaluanku segera dikulumnya. Sangat dahsyat, “Ohkk.. Mbak.. teerrus Mbak..” Karena aku tidak ingin ketinggalan moment, kami mengambil posisi 69, dan segera kulumat habis lubang kemaluan Mbak Vian. Baru kali ini aku merasakan kemaluan cewek Chinese, dan kemaluan Mbak Vian cepat banjir, tidak seperti cewek Indonesia.
“Dik.. masukin dong.. uuhh.. ayo Dik masukin.. aku sudah mau keluar nih.. oohkk..”
Batang kemaluanku sudah tegak berdiri dan kuarahkan ke lubang kenikmatan Mbak Vian. Wow, lubang cewek Chinese sangat sempit dan batang kemaluanku terjepit rapat, suatu perasaan yang sensasional kurasakan tidak karuan. Padahal aku belum memompa dengan sekuat tenaga.
“Mbak.. gimana rasanya.. mmhh..” desahku menahan nafas (dan mengatur posisi).
“Ohkkhh.. Dik, baru kali ini aku main dengan pria pribumi.. ohkk pelan-pelan..” ucapnya terputus-putus.
“Oh yes, yes.. terus Dik.. yes teruss kkhh.. Ohh.. ohh.. ohh..” suaranya makin meninggi (beda dengan wanita yang pernah kuhadapi).
“Mmhh oohh.. ohh push.. push.. Dik.. terus yang keras Dik.. terus.. lebih dalam.. aauuhh..”
Mbak Vian melengking, menandakan dia orgasme. Dan.. “Aakkhh..” reflek aku memuncratkan air maniku, sekali lagi kemaluan cewek Chinese terasa lebih sempit dan sangat basah, sehingga menimbulkan gelora yang luar biasa.
“Dik, pernah main di dalam air nggak..” Belum selesai bicara aku sudah ditarik ke kolam renang. Pembaca bisa membayangkan, sambil mengapung, kami saling tarik dorong, menggoyangkan pinggul. Meskipun sudah klimaks, tidak perlu menunggu waktu lama, burungku sudah tegang, dan yang kali ini lebih tegang lagi. Meskipun di air, kemaluan Mbak Vian masih terasa basah dan hangat, semilir air yang bergerak menambah nafsu kami berdua dan gerakan kami saat ini lebih lambat dan terkontrol. Gerakan air seirama dengan gerakan batang kemaluanku yang maju-mundur kelubang kemaluan Mbak Vian. Teriakannya kini lebih teratur. Mbak Vian menikmati permainan yang kedua. Tidak sampai 15 menit kami sudah lemas menyambut datangnya orgasme yang kedua, dan air maniku bercampur dengan air kolam. “Ohh Dik Wibawa, baru kali ini aku merasakan nikmat yang luar biasa, mungkin karena Dik Wibawa orang Jawa, ini pengalamanku yang pertama. Mmmhh, mau kan mengulangi lagi kapan-kapan?”
Sejak itu aku selalu berhubungan rutin dengan Mbak Vian, dan selalu menemui sesuatu yang baru. Pengalamanku dengan cewek Chinese memang baru dengan Mbak Vian, dan itu sangat membekas. Demikian pembaca, mungkin cerita ini tidak merangsang nafsu seks anda, tapi kisah aku ini adalah pengalaman apa adanya. Kepada pembaca wanita, aku selalu ingin mencari suasana dan pengalaman seks yang baru dan bergairah. Dan kepada pembaca pria, kita bisa berbagi pengalaman. Kirimkan e-mail anda dengan berbagi komentar. Pasti aku balas.
TAMAT
Karena berbincang-bincang, tidak terasa ban serep sudah terpasang. Dan dia memperkenalkan diri bahwa namanya Vian (seperti nama cowok?), dan ketika dia menyodorkan uang dua lembar puluhan ribu sebagai tanda terima kasih, dengan halus aku menolaknya, “Begini saja Mbak, bagaimana kalau lain waktu aku boleh main ke rumah, kebetulan aku tidak ada saudara di kota ini.” Aku mulai mengeluarkan jurus perkenalan yang berkelanjutan (seperti film silat saja). “Oh tentu saja.. ini alamatku,” sambil menyodorkan kartu nama lengkap dengan nomor HP-nya.
“Tapi jangan minggu ini, karena aku akan berpergian ke Jakarta, menengok saudara,” lanjutnya lagi.
“Oh kebetulan aku juga dari kota Jakarta, dan di sini aku kuliah.. mungkin kalau ke sana bisa main Mbak.”
“Tentu saja.. eh terima kasih lho Dik, jarang lho yang mau nolong dan tidak mau terima uang.. maaf ya..” sambungnya sambil nyelonong masuk mobil.
“Sakti.. panggil saja aku Sakti”.
Dua minggu kemudian, setelah selama ini berjalan apa adanya, aku memberanikan diri telepon ke HP-nya.
“Mbak Vian.. ini Sakti.. masih ingat kan?”
“Sakti.. sebentar.. yang mana ya.. oh iya yang bantu aku betulin ban itu ya, dimana nih, kok kode areanya bukan di sini?”
“Oh.. kebetulan aku sedang di kota M, main-main saja kok, nanti sore pulang, besok boleh main ke sana nggak?”
“Lho kenapa tunggu besok? Perjalanan ke sini kan nggak sampai 3 jam, langsung mampir aja ke rumah Mbak, pasti capek kan. Nah kita bisa makan malam sama-sama, kebetulan ada suami Mbak di sini, sekalian kenal, gitu lho.”
“Ok deh, kalau sempat aku ke sana.”
Empat jam kemudian, setelah mampir dulu ke tempat kos, mandi, dan berpakaian agak rapi, aku berangkat ke rumah Mbak Vian. “Lho kok rapi amat, kenapa nggak mandi di sini saja, atau bisa langsung renang sekalian membersihkan badan,” jawab Mbak Vian setelah aku tiba di pintu rumahnya, sekilas tampak sebuah rumah yang cukup besar dengan halaman yang lebih luas dari rumahnya, kolam renang ada di sebelah kanan. “Nah ini Om Candra, suami Mbak.. untung Om ada di S, biasanya ada di Jakarta, dua minggu sekali datang ke sini, dan besok sudah pergi ke Jakarta lagi.” Acara perkenalan dan makan malam ini berlangsung hingga jam 10 malam dan dilanjutkan dengan acara santai. Mbak Vian mengajak renang. Sepertinya Mbak Vian biasa renang karena dari bodinya yang aduhai.
“Wah aku nggak bawa celana renang Mbak.”
“Lho buat apa pakai celana renang, ini kan di rumah, siapa yang mau lihat.. kita mau jungkir balik di kolam ini, juga nggak ada siapa-siapa, kecuali Om.”
Memang benar sih, rumah sebesar ini tidak ada siapa-siapa, pembantu pun datangnya hanya pagi hingga sore, setelah itu pulang. Belum sempat aku melihat suasana, tiba-tiba Mbak Vian sudah nyebur ke kolam, sementara Om Candra asyik dengan Play Station di ruang tengah. “Ayo nyebur aja! Mbak sudah kedinginan nih..” Karena sudah pengalaman dengan wanita, maka aku langsung nyebur saja, dengan sebelumnya menanggalkan semua bajuku. Benar saja, kolam renang di malam hari ini sangat dingin, dan aku cukup menggigil. Untung saja aku pandai renang (dulu sejak kecil aku ikut klub renang, dan semua gaya aku kuasai). Sedang asyik-asyiknya mengapung, Mbak Vian menyelam dan menyilang di bawahku, semilir gerakan air akibat reflek Mbak Vian membuat tubuhku bergetar. “Dik, burungmu bagus juga.. sayang kedinginan tuh..” Sialan, aku lupa ketika dia lewat di bawahku, tentu saja semua tampak nyata baginya, justru aku yang belum memperhatikan Mbak Vian.
“Nggak usah malu.. dari awal aku punya firasat kalau Dik Wibawa sudah pengalaman dengan wanita dan boleh dong sekarang kita main di kolam ini,” sambil bercanda memercikkan air kolam.
“Om Candra gimana?”
“Oh dia itu orangnya ‘free life style’, dan Mbak Vian ini istri keduanya.”
Akhirnya gantian aku yang menyelam dan menyerempet ke tubuh Mbak Vian. Ternyata Mbak Vian sangat seksi, baru kali ini aku melihat wanita Chinese telanjang, dan bulunya tidak terlalu lebat, sepertinya rajin merawat dan mencukur. Tanpa dikomando, masih di kolam renang, kami saling merapatkan diri dan mulai mencumbu Mbak Vian. Ternyata Mbak Vian termasuk penikmat seks sejati. Lebih hebat dari wanita yang dulu pernah main denganku. Bisa pembaca bayangkan, kami saling berguling-guling di kolam renang, kadang aku di atas, kadang Mbak Vian di atas. Karena suasana semakin hot, maka kami naik dan rebahan di pinggir kolam. Batang kemaluanku segera dikulumnya. Sangat dahsyat, “Ohkk.. Mbak.. teerrus Mbak..” Karena aku tidak ingin ketinggalan moment, kami mengambil posisi 69, dan segera kulumat habis lubang kemaluan Mbak Vian. Baru kali ini aku merasakan kemaluan cewek Chinese, dan kemaluan Mbak Vian cepat banjir, tidak seperti cewek Indonesia.
“Dik.. masukin dong.. uuhh.. ayo Dik masukin.. aku sudah mau keluar nih.. oohkk..”
Batang kemaluanku sudah tegak berdiri dan kuarahkan ke lubang kenikmatan Mbak Vian. Wow, lubang cewek Chinese sangat sempit dan batang kemaluanku terjepit rapat, suatu perasaan yang sensasional kurasakan tidak karuan. Padahal aku belum memompa dengan sekuat tenaga.
“Mbak.. gimana rasanya.. mmhh..” desahku menahan nafas (dan mengatur posisi).
“Ohkkhh.. Dik, baru kali ini aku main dengan pria pribumi.. ohkk pelan-pelan..” ucapnya terputus-putus.
“Oh yes, yes.. terus Dik.. yes teruss kkhh.. Ohh.. ohh.. ohh..” suaranya makin meninggi (beda dengan wanita yang pernah kuhadapi).
“Mmhh oohh.. ohh push.. push.. Dik.. terus yang keras Dik.. terus.. lebih dalam.. aauuhh..”
Mbak Vian melengking, menandakan dia orgasme. Dan.. “Aakkhh..” reflek aku memuncratkan air maniku, sekali lagi kemaluan cewek Chinese terasa lebih sempit dan sangat basah, sehingga menimbulkan gelora yang luar biasa.
“Dik, pernah main di dalam air nggak..” Belum selesai bicara aku sudah ditarik ke kolam renang. Pembaca bisa membayangkan, sambil mengapung, kami saling tarik dorong, menggoyangkan pinggul. Meskipun sudah klimaks, tidak perlu menunggu waktu lama, burungku sudah tegang, dan yang kali ini lebih tegang lagi. Meskipun di air, kemaluan Mbak Vian masih terasa basah dan hangat, semilir air yang bergerak menambah nafsu kami berdua dan gerakan kami saat ini lebih lambat dan terkontrol. Gerakan air seirama dengan gerakan batang kemaluanku yang maju-mundur kelubang kemaluan Mbak Vian. Teriakannya kini lebih teratur. Mbak Vian menikmati permainan yang kedua. Tidak sampai 15 menit kami sudah lemas menyambut datangnya orgasme yang kedua, dan air maniku bercampur dengan air kolam. “Ohh Dik Wibawa, baru kali ini aku merasakan nikmat yang luar biasa, mungkin karena Dik Wibawa orang Jawa, ini pengalamanku yang pertama. Mmmhh, mau kan mengulangi lagi kapan-kapan?”
Sejak itu aku selalu berhubungan rutin dengan Mbak Vian, dan selalu menemui sesuatu yang baru. Pengalamanku dengan cewek Chinese memang baru dengan Mbak Vian, dan itu sangat membekas. Demikian pembaca, mungkin cerita ini tidak merangsang nafsu seks anda, tapi kisah aku ini adalah pengalaman apa adanya. Kepada pembaca wanita, aku selalu ingin mencari suasana dan pengalaman seks yang baru dan bergairah. Dan kepada pembaca pria, kita bisa berbagi pengalaman. Kirimkan e-mail anda dengan berbagi komentar. Pasti aku balas.
TAMAT
Rabu, 02 Desember 2009
jurus jitu taklukkan idaman di facebook
Tutorial Blog dan Bisnis Online Terpercaya jurus jitu taklukkan idaman di facebook
, Cari Tutorial blogspot, Bisnis Online terpercaya jurus jitu taklukkan idaman di facebook dan Tips seputar komputer jurus jitu taklukkan idaman di facebook di Cyber Man yang menyediakan tutorial blogspot dan bisnis online terbaru dan terpercaya.
buat para ABG MANIA.. Apakah saat ini kamu sedang tertarik dengan cewek cantik yang ada di lingkunganmu? Aku coba beri beberapa tips yang mudah-mudahan dapat membantu kamu mencapai kesuksesan. Artikel ini memberikan informasi untuk dapat memasuki pikiran cewek itu dan lebih dekat dengannya. Ingat dasar keberanian adalah modal yang utama.
Langkah-Langkah
1. Cobalah mulai melakukan pembicaraan dengannya, bicara dengan penuh percaya diri, tapi jangan berusaha untuk keren, sok pintar, sok tahu atau jaim, biasa aja dulu.
2. Mungkin awal percaya diri kamu palsu tapi dia akan merespon kamu secara alami
3. Latihlah terlebih dahulu dengan cewek yang lain. Ada dua opsi disini: antara cewek yang sudah kamu kenal dan kamu anggap dia mudah didapat, atau orang yang belum kamu kenal tapi kamu merasa pede dengannya. Latihlah hal ini, toh tidak apa-apa kalau gagal karena dia bukan target utama kamu kan? Pelajari bagaimana responnya, tingkahnya dan terus tingkatkan ke-pedean kamu. WARNING!! Jangan buat mainan yaa!! Jangan sampai dia jatuh hati denganmu karena ingat! Dia hanyalah teman berlatihmu.
4. Lemparkan humor atau lelucon ringan, lelucon dapat menghangatkan suasana, atau kalau kamu melihat cewek itu sok pintar.. kamu sebaiknya pura-pura bodoh dan terus perhatikan ucapannya sambil mengangguk-angguk, si cewek akan berpikir kamu adalah pendengar yang penuh pengertian.
5. Perlihatkan dan pastikan bahwa kamu menguasai apa yang kamu ucapkan, jangan coba-coba bercerita yang bukan dirimu atau terlalu kamu lebih-lebihkan. Hindari kata "aku" yang terlalu sering. Perbanyaklah kata "ooohh gitu ya.." atau "hmmm.. kamu betul.."
6. Kalau kamu terpeleset dengan kata-kata yang menjebak, alihkan itu dengan lelucon dan jadikan sebuah humor baru dari kondisi tersebut. Gak perlu stress tapi smart and fun.
7. Duduk dekat dengannya dan jaga jarak kira-kira 2 kursi, jangan menatap dari leher ke bawah, tapi coba tatap mulutnya yang sedang berbicara.
8. Jangan terlalu sering bercanda perhatikan jika lelucon kamu di balas dengan senyum palsu. Jika dia tersenyum tanpa menggerakkan otot-otot pada matanya dengan jelas berarti itu palsu.
9. Pelajari tatapan dan arah matanya saat berbicara, jika dia memandang ke kanan atas berarti sedang berpikir tentang masa depan begitupun sebaliknya jika memandang ke kiri bawah, masa lalulah yg sedang menjadi pikirannya.
10. Jangan terlalu memaksa untuk mengajaknya bicara, jika tiba-tiba dia harus pergi, kamu gak perlu terlalu kaget dan melompat sambil berkata "Ok..Oke.. sampai ketemu ya.." tapi santai saja dan katakan "Asik ya ngobrol sama kamu, kapan-kapan kita ngobrol lagi ya? Ok.. byee.. " sambil berikan perhatian dan hindari "jutex" atau pura-pura ga butuh.. Kamu butuh dia kan??
Tips Penting
* Pastikan kamu tidak bau badan, bau mulut atau terlalu wangi
* Pakaian yang sopan, tidak kumal karena kamu kan ingin dia perhatikan.. Dan Be Funny, Charming..
* Rambut rapi dan sikat gigi, bershampoo lah yang memiliki harum lembut. Cewek menilai cowok juga dari baunya lho...!
* Jangan menguasainya, apalagi kalau dia terlalu menawan dan amat seksi... Ingat kamu berusaha mendapatkannya bukan membuat dia takut padamu.
* Perhatikan isi kantong kamu.. jangan pernah coba merayu cewek cantik tapi kantong kamu kosong. Jaman sekarang semua dinilai dengan materi, bagaimana dia percaya kamu mau ajak nonton atau kencan kalau kamu bokek.. (hareeee geneeee... hahahaaha)
Peringatan!!!
1. Bersiap-siaplah kalau ditolak tapi jangan sampai ditolak mentah-mentah. Penolakan terjadi pada siapa saja bahkan Tom Cruise sekalipun sering ditolak.
2. Jangan sampai dia tidak tertarik sama sekali dengan kamu. Pelajari dia baik-baik, perlu waktu dan jangan terburu-buru.. pelajari.. selidiki dan perhatikan..
3. Jangan mengajaknya berdua saja dengan kamu pada awal kencanmu, tapi pertemukanlah pada teman-temanmu dan ajak mereka semua jalan bareng. Keakrabanmu dan nilai kamu dimata teman-temanmu dapat bernilai tinggi bagi cewek cantik idamanmu.
Semoga sukses ya! Pede adalah hal dasar dari semua point di atas..
Langkah-Langkah
1. Cobalah mulai melakukan pembicaraan dengannya, bicara dengan penuh percaya diri, tapi jangan berusaha untuk keren, sok pintar, sok tahu atau jaim, biasa aja dulu.
2. Mungkin awal percaya diri kamu palsu tapi dia akan merespon kamu secara alami
3. Latihlah terlebih dahulu dengan cewek yang lain. Ada dua opsi disini: antara cewek yang sudah kamu kenal dan kamu anggap dia mudah didapat, atau orang yang belum kamu kenal tapi kamu merasa pede dengannya. Latihlah hal ini, toh tidak apa-apa kalau gagal karena dia bukan target utama kamu kan? Pelajari bagaimana responnya, tingkahnya dan terus tingkatkan ke-pedean kamu. WARNING!! Jangan buat mainan yaa!! Jangan sampai dia jatuh hati denganmu karena ingat! Dia hanyalah teman berlatihmu.
4. Lemparkan humor atau lelucon ringan, lelucon dapat menghangatkan suasana, atau kalau kamu melihat cewek itu sok pintar.. kamu sebaiknya pura-pura bodoh dan terus perhatikan ucapannya sambil mengangguk-angguk, si cewek akan berpikir kamu adalah pendengar yang penuh pengertian.
5. Perlihatkan dan pastikan bahwa kamu menguasai apa yang kamu ucapkan, jangan coba-coba bercerita yang bukan dirimu atau terlalu kamu lebih-lebihkan. Hindari kata "aku" yang terlalu sering. Perbanyaklah kata "ooohh gitu ya.." atau "hmmm.. kamu betul.."
6. Kalau kamu terpeleset dengan kata-kata yang menjebak, alihkan itu dengan lelucon dan jadikan sebuah humor baru dari kondisi tersebut. Gak perlu stress tapi smart and fun.
7. Duduk dekat dengannya dan jaga jarak kira-kira 2 kursi, jangan menatap dari leher ke bawah, tapi coba tatap mulutnya yang sedang berbicara.
8. Jangan terlalu sering bercanda perhatikan jika lelucon kamu di balas dengan senyum palsu. Jika dia tersenyum tanpa menggerakkan otot-otot pada matanya dengan jelas berarti itu palsu.
9. Pelajari tatapan dan arah matanya saat berbicara, jika dia memandang ke kanan atas berarti sedang berpikir tentang masa depan begitupun sebaliknya jika memandang ke kiri bawah, masa lalulah yg sedang menjadi pikirannya.
10. Jangan terlalu memaksa untuk mengajaknya bicara, jika tiba-tiba dia harus pergi, kamu gak perlu terlalu kaget dan melompat sambil berkata "Ok..Oke.. sampai ketemu ya.." tapi santai saja dan katakan "Asik ya ngobrol sama kamu, kapan-kapan kita ngobrol lagi ya? Ok.. byee.. " sambil berikan perhatian dan hindari "jutex" atau pura-pura ga butuh.. Kamu butuh dia kan??
Tips Penting
* Pastikan kamu tidak bau badan, bau mulut atau terlalu wangi
* Pakaian yang sopan, tidak kumal karena kamu kan ingin dia perhatikan.. Dan Be Funny, Charming..
* Rambut rapi dan sikat gigi, bershampoo lah yang memiliki harum lembut. Cewek menilai cowok juga dari baunya lho...!
* Jangan menguasainya, apalagi kalau dia terlalu menawan dan amat seksi... Ingat kamu berusaha mendapatkannya bukan membuat dia takut padamu.
* Perhatikan isi kantong kamu.. jangan pernah coba merayu cewek cantik tapi kantong kamu kosong. Jaman sekarang semua dinilai dengan materi, bagaimana dia percaya kamu mau ajak nonton atau kencan kalau kamu bokek.. (hareeee geneeee... hahahaaha)
Peringatan!!!
1. Bersiap-siaplah kalau ditolak tapi jangan sampai ditolak mentah-mentah. Penolakan terjadi pada siapa saja bahkan Tom Cruise sekalipun sering ditolak.
2. Jangan sampai dia tidak tertarik sama sekali dengan kamu. Pelajari dia baik-baik, perlu waktu dan jangan terburu-buru.. pelajari.. selidiki dan perhatikan..
3. Jangan mengajaknya berdua saja dengan kamu pada awal kencanmu, tapi pertemukanlah pada teman-temanmu dan ajak mereka semua jalan bareng. Keakrabanmu dan nilai kamu dimata teman-temanmu dapat bernilai tinggi bagi cewek cantik idamanmu.
Semoga sukses ya! Pede adalah hal dasar dari semua point di atas..
Langganan:
Postingan (Atom)